both


kenapa mereka begitu?
kadang orang dewasa susah tuk dimengerti…
atau kita yang tidak mau mengerti mereka?
yang satu sisi begini, sisi lain begitu,
beragumen seakan2 mereka yang benar
….
hati sakit saat mendengarnya bercerita,
tapi ia lebih sakit…
aku tahu itu, tapi
apakah salah kalau hanya diam dan tak berpendapat
apakah salah kalau berlaku cuek
karna aku sudah bosan dengan masalah yang sama
dan aku menyayangi mereka berdua
….
yah aku cukup mendengar saja
karna yang dapat menyelesaikan masalah mereka berdua adalah mereka berdua
ya hanya mereka.

luv you both.

3 Responses to “both”

  1. aNdi-DuA Says:

    memang ironi yg menyedihkan..
    padahal tanpa sadar, demi dan karena kita lah mereka tetap bersatu..

  2. Ito Says:

    Itulah sebabnya di dalam relationship, apapun jenisnya, dibutuhkan sikap rendah hati. Karena dengan sikap rendah hati kita bisa mendengarkan suara-suara, pikiran-pikiran yang belum pernah kita dengarkan sebelumnya. Kamu sudah pernah nonton film “The Wheater Man”? Film yang dibintangi oleh Nicholas Cage? Ada satu kata-kata yang bagus dimana si tokoh sedang berbicara dengan ayahnya. Ayahnya berkata : “Tidak ada yang mudah dalam kamus dunia orang dewasa”. Itu benar. Pasti kamu juga sudah mulai merasakan bahwa hidup ini tidak mudah untuk dijalani.
    Dalam ilmu psikologi kepribadian, ternyata jati diri orang dewasa pun masih harus dicari, ditemukan dan dibentuk agar ketemu jati diri yang genuine. Kalau dibilang bahwa masa muda adalah masa mencari jati diri yag genuine, ternyata proses itu pun masih berlangsung sampai dengan dewasa. Perbedaannya adalah masa muda, masih mudah perjalanannya untuk mencari dan membentuknya. Masa dewasa, proses pencarian jati diri yang genuine lebih sukar. Karena aneka realita pengalaman dari kehidupan sosial menyita perhatian dan kesadaran sehingga proses bawah sadar tersebut terlewatkan. Selain itu, jati diri yang kedua sudah mulai terbentuk dan manjadi motor penggerak perilaku.
    Maka, terima dengan hati yang iklas dan coba pahami sejauh kamu mampu dan renungi saja kalau ada dua orang dewasa bertengkar terus-menerus untuk persoalan yang itu-itu saja, itu karena mereka tidak sadar akan diri mereka sendiri. Kalau tidak paham diri sendiri, bagaimana bisa memahami orang lain? Apalagi untuk menyadari letak persoalan sesungguhnya…. Karena mereka juga belum pernah berlatih mencari, menemukan, mencermati bahkan mengubah-berkesinambungan secara kontinyu siapa diri mereka yang genuine. Menemukan diri sendiri bukanlah hal yang mudah seiring bertambahnya usia fisik kita.
    Klise ya… tapi itu fenomena psikologis orang dewasa. Qta semua mengalaminya.
    Aku hanya berharap kamu bisa lebih memahami dirimu sendiri. Itu saja. Ok?

  3. whins Says:

    ya…memang ironi yang menyedihkan ya And! makasihh juga buat ito yg udah mau memberikan sedikit penjelasan dari sudut pandang psikologi untuk menemukan jati diri…

    thanks for all guys ^^

Leave a Reply